Arsip Festival Film Indonesia

Igor Saykoji

8 Juni 1983

Ignatius Rosoinaya Penyami (disingkat Igor) atau lebih terkenal dengan nama Saykoji adalah seorang rapper dan musisi Indonesia. Lewat lagu "So What Gitu Loh" di album pertama nama Saykoji mulai dikenal publik pada tahun 2006.

 

Saat itu, Saykoji merupakan salah satu penyanyi rap yang cukup diperhitungkan setelah era Iwa K meredup. Setelah cukup sukses dengan album pertama, Saykoji pun merilis album kedua dengan singel "Jomblo" dan "Ulangan Dadakan" yang sukses di kalangan generasi muda. Setelah itu Saykoji pun ikut dalam kompilasi album yang dirilis EMI dan mengeluarkan singel "Kecoa Ngesot".

 

Saykoji hanya terdiri satu penyanyi, yakni Ignatius Rosoinaya Penyami, atau lebih sering dipanggil Igor. Sebelumnya, Igor tidak terlalu menyukai musik rap, karena musik rap ia anggap tidak jelas dalam melantunkan syair. Namun saat mendengarkan musisi rap Indonesia, Black Skin, Iwa K, dan Neo akhirnya ia mulai menyukai musik rap dan mempelajarinya lebih lanjut.

 

Ia memilih nama Saykoji sebagai nama panggungnya. Hal ini berdasarkan pengalamannya sewaktu masih bersekolah. Pada saat itu, ia dikenal sebagai siswa yang penyendiri, sehingga pernah disebut sebagai psycho. Dari julukan inilah, nama Saykoji (ejaan Inggris-Indonesia untuk Psycho G) muncul. Dalam formasi panggung, Saykoji biasanya terdiri dari Guntur Simbolon dan Della MC dari Batik Tribe. Igor pun memiliki satu group rohani yang bernama Disciples bersama tiga sahabat lainnya yaitu JFlow, Guntur Simbolon, Rendy Rainhard.

 

Pada pertengahan 2009, Saykoji kembali meluncurkan singel baru berjudul Online. Meski baru berupa singel, tetapi lagu ini sudah mampu terkenal dengan cepat, bahkan dijadikan lagu tema sebuah produk telepon seluler, sehingga lagu ini semakin populer. Saykoji juga mengeluarkan singel kontroversial berjudul Copy My Style, yang menceritakan pemalsuan hak cipta lagu Saykoji Tahukah Kau. Pada Tahun 2010, Saykoji mengeluarkan album yang berjudul Narsis.

1 Nominasi

    WP_Post Object ( [ID] => 7189 [post_author] => 3 [post_date] => 2020-12-22 11:21:36 [post_date_gmt] => 2020-12-22 11:21:36 [post_content] => Genta, Arial, Zafran, Riani, dan Ian merasa “jenuh” dengan persahabatan mereka dan memutuskan untuk berpisah, tidak saling berkomunikasi satu sama lain selama tiga bulan lamanya. Selama tiga bulan mereka bertemu kembali dan merayakan pertemuan mereka dengan sebuah perjalanan penuh impian dan tantangan. Sebuah perjalanan hati demi  mengibarkan sang saka merah putih di puncak tertinggi Jawa pada tanggal 17 Agustus. [post_title] => 5 cm [post_excerpt] => [post_status] => publish [comment_status] => closed [ping_status] => closed [post_password] => [post_name] => 5-cm [to_ping] => [pinged] => [post_modified] => 2020-12-22 11:21:36 [post_modified_gmt] => 2020-12-22 11:21:36 [post_content_filtered] => [post_parent] => 0 [guid] => https://arsip.festivalfilm.id/?post_type=film&p=7189 [menu_order] => 0 [post_type] => film [post_mime_type] => [comment_count] => 0 [filter] => raw )
  • 2013 Nominasi Pemeran Pendukung Pria Terbaik 5 cm