Arsip Festival Film Indonesia

Eka D. Sitorus

7 Agustus 1960

Eka Dimitri Sitorus lahir di Bandung adalah seorang pelatih akting dan pekerja seni asal Indonesia. Selain sebagai pelatih akting, ia dikenal dalam dunia skenario setelah ia menulis naskah film Ekskul.

 

Eka Dimitri Sitorus, yang kerap dikenal dengan panggilan Bang Eka, lahir di Bandung, Jawa Barat pada tanggal 7 Agustus 1960. Dia ditawari seorang sutradara untuk menjadi aktor dan dimulailah hidup Eka di dunia film dengan menjadi tokoh dalam sandiwara di acara 17 Agustusan. berjudul Lomba Makan Kerupuk"TVRI sehingga oleh teman2nya dijuluki "AKTOR TVRI".

 

Dari tahun 1983-1990, Eka banyak mengemban ilmu soal dunia akting di Amerika Serikat. Di American Academy of Dramatic Art dan di California State University. Selesai dari sana, Tom Gandasubrata, pakar film dan dosen fakultas Film dan TV di Institut Kesenian Jakarta mengenalkan Eka pada Pramana Padmodarmaya, Tatiek Malyati, Kasim Achmad, para dosen jurusan teater untuk menjadi pengajar.

 

Tahun 1993, Eka mendapat beasiswa Chevening dari Inggris, dan mengenyam pendidikan di University of Warwick jurusan Art Management. Tahun 1994, sekembalinya dari Inggris, menjadi Manager Pemasaran di Pusat Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Kemudian Eka didapuk menjadi Ketua Jurusan Teater dari tahun 1997-2000. Selesai mengajar di IKJ, Eka dikontrak oleh Prima Entertainment. Dari situ ia mulai direkrut oleh banyak rumah produksi untuk menjadi pelatih akting dalam proses casting, reading, sampai di lokasi shooting sebuah film.

 

Selain menjadi pelatih akting, sejak tahun 2002, Eka sudah mulai menulis naskah film Ekskul. Baru akhir tahun 2005, skenario itu di produksi oleh Indika Entertainment. Film yang dianugerahi film terbaik oleh juri Piala Citra tahun 2006 tersebut mengundang banyak kontroversi, terutama dari segi musik yang dipakai film ini, diambil dari film lain. Kontroversi ini merembet panjang ke segala segmen, hal itulah yang membuat profil pembuatnya termasuk Eka sendiri, banyak dimuat di media.

 

Tahun 2002, ketika bukunya The Art of Acting di terbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama, Eka membuat Sakti Aktor Studio, sebuah sekolah seni peran Sebagai guru acting, Bang Eka juga banyak diundang untuk workshop acting di daerah-daerah di Indonesia, seperti Medan, Padang, Bukittinggi, Sawahlunto, Payakumbuh, Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, Malang, Jogyakarta, Pontianak, Manado, dan Makasar, mendidik para actor panggung dan film untuk mampu mengekspresikan dirinya dengan jujur, tulus, sederhana.