Arsip Festival Film Indonesia

Bintang Bete

25 Juli 1980

Andreas Bintang Timur atau yang populer dengan nama panggung Bintang Bete adalah seorang aktor dan pelawak tunggal berkebangsaan Indonesia. Bintang adalah salah satu pelawak tunggal atau komika yang merupakan jebolan komunitas Stand Up Indo Bekasi serta merupakan salah satu komika senior dan andalan dari komunitas tersebut sejak awal didirikan. Kata "Bete" pada nama panggungnya berasal dari akun twitter nya yang merupakan singkatan dari namanya yaitu "Bintang Timur" yang kemudian ditulis dengan singkatan "Bete", bukan BT agar terlihat unik dan berbeda. Bintang dikenal sebagai spesialis one liner pendek ketika ber stand up comedy, bahkan meskipun bit komedi pendeknya tersebut diulang-ulang sebagai punchline masih bisa mengundang tawa dari penonton. Meskipun sudah lama berkarier dan hampir tidak terdengar selama beberapa tahun belakangan, namanya kembali muncul setelah secara mengejutkan baru mengikuti kompetisi Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV untuk season 8 (SUCI 8) dan berhasil memperoleh juara ketiga di kompetisi tersebut.

 

Bintang yang dikenal dengan rambut gondrongnya yang khas ini sebelumnya merupakan seorang guru les dan instruktur gitar di sebuah studio musik milik seorang musisi kondang di Indonesia, sebelum akhirnya memutuskan untuk terjun ke dunia stand up comedy di akhir tahun 2011. Bintang dikenal dengan materi stand up nya yang observatif namun absurd, yang menceritakan hal imajinatif yang liar dan susah diterima secara logis namun mengundang kelucuan, dan ia bawakan secara one liner, yang kemudian bersama Kemal Palevi menjadi kiblat bagi komika-komika yang membawakan materi serupa saat itu. Kebanyakan materi komedinya menceritakan pengalaman absurd dalam hidupnya saat memandang keadaan sekitar. Bintang juga merupakan komika berprestasi, yang dibuktikan ketika menjuarai kompetisi Street Comedy II yang diadakan komunitas Stand Up Indo pada tahun 2012. Sejak saat itu ia bersama komika jebolan Bekasi lainnya seperti Adjis Doa Ibu, Awwe, dan Arya Novrianus menjadi komika yang rutin mengisi salah satu program TV swasta dan andalan bagi Bekasi. Ia bersama ketiga rekannya itu kemudian membentuk grup "Pride Of Bekasi" yang kemudian melakukan tour stand up comedy ke beberapa kota di Indonesia. Karena merupakan komika dari Bekasi, Bintang juga tergabung dan ikut mengisi konten dari Komtung TV milik Daned Gustama yang juga merupakan komika senior.

 

Atas prestasinya sebagai komika, Bintang kemudian diajak untuk bermain dalam film Comic 8 besutan Anggy Umbara yang juga banyak dibintangi oleh komika-komika nasional. Bintang juga merupakan pemain reguler dari semua sekuel Comic 8. Pada tahun 2017, Bintang juga membuat pertunjukan special show nya yang bertajuk "Tentang Bintang" yang diselenggarakan di beberapa kota dan berakhir di kota asalnya yaitu Bekasi. Pada tahun 2018, Bintang membuat langkah mengejutkan dengan mengikuti kompetisi Stand Up Comedy Indonesia season 8 (SUCI 8) yang diadakan oleh Kompas TV. Hal yang membuat orang-orang yang mengetahui hal ini menganggap bahwa Bintang termasuk "telat" masuk ke kompetisi ini mengingat ia adalah generasi awal dan namanya sudah dikenal sebagai komika secara nasional sejak 2012 dan juga menjadi aktor film layar lebar setelahnya. Bahkan ia sebenarnya sudah didahului oleh Rommy Hakim yang tampil di SUCI 7 di mana Rommy merupakan salah satu rekannya di komunitas yang masih terbilang junior darinya. Namun karena motivasinya yang ingin terus berkembang di dunia stand up comedy, Bintang tetap melangkah maju dengan berhasil lolos sebagai finalis SUCI 8 melalui audisi di kota Jakarta. Bintang menjadi juara Street Comedy kedua yang tampil di SUCI setelah Rin Hermana yang pertama kali melakukannya dua tahun sebelumnya, yaitu di SUCI 6. Pada format baru yang diperkenalkan SUCI 8, Bintang awalnya tergabung dalam tim Cak Lontong bersama finalis lainnya yaitu Oki Rengga Winata, Bu Haris, Yudha Ilham, dan Ipin. Bintang juga berkompetisi dengan beberapa komika yang pernah menjadi opener untuk beberapa show nya di luar daerah seperti Fedro dari Palembang hingga Jobe dari Manado, yang sudah memandangnya sebagai senior. Meskipun begitu, Bintang terus melangkah maju di kompetisi seiring ia menjawab beberapa tantangan dari para juri untuk bisa lebih berkreasi selama tampil. Meskipun dinilai beberapa kali menurun, Bintang akhirnya berhasil memperoleh juara ketiga di SUCI 8. Prestasi Bintang ini melebihi pencapaian Rin Hermana di SUCI 6, di mana yang bersangkutan juga merupakan juara Street Comedy namun harus terhenti di 10 besar SUCI 6.