Arsip Festival Film Indonesia

Ayu Laksmi

25 November 1967

Ayu Laksmi lahir di Singaraja, Bali, 25 November 1967. dengan nama lengkap I Gusti Ayu Laksmiyani. Seniman multi talenta, penyanyi, penulis lagu, aktris film dan teater berkebangsaan Indonesia Proses kreatifnya dijalani secara otodidak sejak usia dini. Bakat yang ada di dirinya, ditempa dan dibentuk kembali tanpa henti. Ayu Laksmi konsisten mengasah talenta dalam berbagai dunia seni. Bali tetap dipilih sebagai tempat berproses belajar sendiri dari literatur dan diskografi musik. Mengenali, menghayati, mengalami, dan mencoba, adalah proses penempaan yang tak pernah usai, bahkan masih dilakukannya hingga hari ini.

 

Pada tahun 2010 meluncurkan album idealis bernuansa World Music, berjudul Svara Semesta, kemudian disusul Svara Semesta 2 pada tahun 2015. Pada masa itu sekaligus membentuk group musik Svara Semesta.

 

Nama Ayu Laksmi kembali terdengar dalam dunia hiburan tanah air, bukan hanya dalam dunia musik namun juga dalam dunia seni peran. Tahun 2017 dalam Film Pengabdi Setan besutan sutradara Joko Anwar, telah melambungkan namanya hingga memperoleh banyak penghargaan. Dalam film tersebut Ayu Laksmi mendapat julukan ”Ibu”.

2 Nominasi

    WP_Post Object ( [ID] => 1514 [post_author] => 3 [post_date] => 2020-08-29 08:15:05 [post_date_gmt] => 2020-08-29 08:15:05 [post_content] => Ini adalah kisah dua anak manusia yang meramu cinta di atas pentas pergelutan tanah kolonial awal abad 20. Inilah kisah Minke dan Annelies. Cinta yang hadir di hati Minke untuk Annelies, membuatnya mengalami pergulatan batin tak berkesudahan. Dia, pemuda pribumi, Jawa totok. Sementara Annelies, gadis Indo Belanda anak seorang Nyai. Bapak Minke yang baru saja diangkat jadi Bupati, tak pernah setuju Minke dekat dengan keluarga Nyai, sebab posisi Nyai di masa itu dianggap sama rendah dengan binatang peliharaan. Namun Nyai yang satu ini, Nyai Ontosoroh, ibunda Annelies, berbeda. Minke mengagumi segala pemikiran dan perjuangannya melawan keangkuhan hegemoni bangsa kolonial. Bagi Minke, Nyai Ontosoroh adalah cerminan modernisasi yang kala itu sedang memulai geliatnya. Ketika keangkuhan hukum kolonial mencoba merenggut paksa Annelies dari sisi Minke, Nyai Ontosoroh pula yang meletupkan semangat agar Minke terus maju dan memekikkan satu kata, “Lawan!” [post_title] => Bumi Manusia [post_excerpt] => [post_status] => publish [comment_status] => closed [ping_status] => closed [post_password] => [post_name] => bumi-manusia [to_ping] => [pinged] => [post_modified] => 2020-08-29 08:15:05 [post_modified_gmt] => 2020-08-29 08:15:05 [post_content_filtered] => [post_parent] => 0 [guid] => https://arsip.festivalfilm.id/?post_type=film&p=1514 [menu_order] => 0 [post_type] => film [post_mime_type] => [comment_count] => 0 [filter] => raw )
  • 2019 Nominasi Pemeran Pendukung Wanita Terbaik Bumi Manusia
  • WP_Post Object ( [ID] => 1908 [post_author] => 3 [post_date] => 2020-08-30 11:11:02 [post_date_gmt] => 2020-08-30 11:11:02 [post_content] => Ketika Tantra dirawat di rumah sakit karena sakit parah, Tantri, saudara kembarnya yang sangat merindukan kehadirannya, mulai menciptakan hubungan dengan Tantra dalam kepalanya.   Tantri mencari berbagai cara yang imajinatif untuk mencoba menerima kehilangan yang semakin dekat. [post_title] => Sekala Niskala [post_excerpt] => [post_status] => publish [comment_status] => closed [ping_status] => closed [post_password] => [post_name] => sekala-niskala [to_ping] => [pinged] => [post_modified] => 2020-09-14 09:08:17 [post_modified_gmt] => 2020-09-14 09:08:17 [post_content_filtered] => [post_parent] => 0 [guid] => https://arsip.festivalfilm.id/?post_type=film&p=1908 [menu_order] => 0 [post_type] => film [post_mime_type] => [comment_count] => 0 [filter] => raw )
  • 2019 Nominasi Pemeran Pendukung Wanita Terbaik Sekala Niskala